November 27, 2013

S – O – L – O : Bukan Hanya Empat Huruf Saja (Part 1)

Katanya selalu pakai batik setiap jumat, tapi gak pernah tahu hubungan batik dan Solo.
Katanya bisa ngomong siji,loro,telu, tapi nggak tahu kalau pusat bahasanya ada di Solo.
Katanya suka nyanyi bengawan solo, tapi sekali pun belum pernah berkunjung ke Solo. #manaSOLOmu


Itulah celotehan teman yang saya temukan kala membuka linimasa twitter beberapa bulan yang lalu. Entah mengapa, walaupun itu tidak ditujukan langsung kepada saya, tetapi coletehan itu sangat menohok. Membaca tweet tersebut membuat saya merasa malu sendiri. Malu karena belum sekalipun berkunjung ke kota yang penuh dengan budaya dan adat asli Jawa tersebut. Hal inilah yang kemudian menantang saya ingin sesegera mungkin pergi mengunjungi Solo.

Adisumarmo, aaaaaaaaaaaaa.. Itulah teriakan demi membalas ucapan ‘selamat datang di Solo’ yang terdapat di atas pintu. Akhirnya sampai juga di Bandara Adisumarmo. (sebenarnya penulis awalnya terkejut dan takjub ketika tahu kalau Solo ternyata punya bandara juga, bandara internasional lagi hehe, red). Tidak perlu menunggu lama, hanya sekitar 50 menit saja dari Jakarta, si burung besi menghantarkan ke bandara yang terletak di perbatasan Boyolali dan Karanganyar ini. Jika ingin tantangan yang lain, Solo juga dapat ditempuh dari ibukota (Jakarta) dengan  bus malam atau pun dengan kereta api. Namun, pilihan kedua transportasi ini akan memakan waktu 11-12 jam untuk tiba di Solo.


Dak..duk..dak..duk. Begitulah bunyi hentakan kaki si kuda. Akhirnya terasa sudah nikmatnya menaiki kereta kuda sembari telinga dimanjakan oleh sepoinya angin pagi di Kota Solo. Dengan hentakan andong, terpacu semangat saya untuk mengulik kota penuh nuansa budaya dan sejarah khas Jawa kuno ini. Pilihan pertama saya pun jatuh kepada kuliner Solo. Monggo mba/mas!

Serabi Notosuman & Roti Mandarin
enaknya Serabi Notosuman dan Roti Mandarin. Karena suasana masih pagi hari, kue basah ini menjadi pilihan saya. Hanya mengeluarkan sekitar dua ribu rupiah, maka Serabi Notosuman rasa coklat yang lembut dan tipis ini sudah masuk ke dalam mulut. Nyam. Kemudian giliran Roti Mandarin yang menjadi santapan. Bentuknya hampir sama dengan Kue Lapis Surabaya, tetapi Roti Mandarin ini dilapi selai nenas di tengah dan ada rasa khas tersendiri dari kue basah ini. Kedua kuliner ini juga menjadi oleh-oleh khas Kota Surakarta lho. Bungkus!

FYI aja ya, Surakarta itu nama lain dari Solo. Jadi gini, awalnya bernama Surakarta. Namun, orang-orang Solo yang sempat saya tanyai mengatakan kalau belakangan ini lebih suka menyebutkan nama Solo karena sudah lebih mendunia dengan produk-produk dari Solo, seperti Batik Solo, Soto Solo, dll. Sedangkan untuk nama Surakarta, saat ini lebih sering digunakan untuk hal kepentingan formal atau pemerintahan.

Keraton Kasunanan
Go! Gapura Kraton pun menyambut kedatangan kali ini. Gapura didirikan sebagai pembatas dan pintu masuk ibu kota Kerajaan Kasunanan dengan wilayah sekitar. Gapura Kraton tidak hanya didirikan di jalan penghubung, namun juga didirikan di pinggir sungai Bengawan Solo sebagai dermaga dan tempat penyeberangan.


Harmoni budaya Jawa di Solo sangat kental kala memasuki Keraton Kasunanan. Masih menggunakan andong, bangunan-bangunan tua dan labirin klasik ala Jawa bergantian menghiasi penglihatan saya. Nuansa putih dan biru sangat khas terlihat dari keraton yang dirancang oleh Sultan Hamengkubuwono I ini.

Istana Kasunanan Surakarta ini juga memliki benteng pertahanan serta menara di bagian halaman. Panggung Sanggabuwono adalah menara yang katanya misterius sebagai tempat bertemu sang Raja dengan penguasa pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul. Inilah cerita khas dari warisan kerajaan klasik Jawa yang tidak dapat ditemui di daerah lain.











Bengawan Solo
Kalau mengingat nama Gesang, pasti akan mengingat Begawan Solo. Ya, seluruh syair dalam lagu tersebut akan benar-benar terintrepretasikan kala melihat aliran Begawan Solo. Tidak hanya itu, bonus berikutnya saat telah menyambangi Begawan Solo adalah kamu telah melihat aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa, yang dahulu katanya pernah tempat mendarat pesawat.

Lebih mengamati, Bengawan Solo sendiri memiliki panjang yang mencapai sekitar 548,53 km. Sebab itulah sebenarnya Bengawan Solo berada di dua provinsi sekaligus yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dulunya, di sepanjang sungai ini dijadikan sebagai pusat-pusat perdagangan. Namun, saat ini kondisi Bengawan Solo cukup memprihatinkan dan terpuruk karena tidak terawat dengan baik sehingga saat ini hanya dijadikan tempat untuk penyeberangan dan irigasi saja.

Es Gempol Pleret
Memasuki siang hari, saatnya kembali menikmati kuliner asli Solo. Pelepas dahaga kali ini adalah Es Gempol Pleret. Gempol itu rasanya gurih dan asing dan bentuknya sebesar ibu jari sedangkan Pleret itu berbentuk tipis tetapi manis dengan sentuhan gula jawa. Saya sangat beruntung bisa menikmati kesegaran minuman yang berbahan dasar tepung beras ini. Saat ini, sungguh susah sekali menemukan penjual Es Gempol Pleret di Kota Solo dan lebih sering ditemukan saat musim puasa.

Nasi Liwet
Nasi Liwet. Menikmati nasi liwet di kala siang dengan perut keroncongan sangatlah nikmat. Makan ala lesehan dan beralaskan daun pisang menambah suasana khas Solo. Walaupun mirip dengan nasi uduk, tetapi gurihnya nasi liwet ini menjadi pembeda. Tambahan rasa pedas dan manis dari sayur labu, telur ayam dan suwiran ayam serta bubuhan sari santan (areh) di atasnya sungguh menyempurnakan Nasi Liwet ini. Maknyos!! Perjalanan dilanjutkan. Siap untuk kembali berpetualangan di Kota Surakarta.




(bersambung)

S – O – L – O : Bukan Hanya Empat Huruf Saja (Part 2 - End)



Pasar Klewer, Ning pasar klewer kutho solo,
Jare blonjo pamite kok ngumbah moto,
Pasare rame tenan,
Desek desekan nanging jo nganti grayangan.

Itulah lirik lagu Didi Kempot yang memberikan gambaran tentang Pasar Klewer di Jl. Dr. Rajiman, Gajahan. Memasuki lorong-lorong pasar, berbagai macam pakaian batik seakan menyapa. Segala jenis ukuran dan model batik dapat ditemukan disini. Selain batik, di pasar ini juga banyak dijual berbagai macam jenis tekstil. Namun, kala berada di Pasar Klewer, anda harus mengeluarkan jurus menawar jika ingin mendapatkan banyak batik. Satu lagi, jangan heran karena disini anda bisa mendapatkan batik cap atau tulis hanya dengan belasan ribu rupiah saja. ( siap-siap aja deh kantong bakal jebol seketika, hehe )


Quickly we move to Kampoeng Batik Laweyan. Ya, perasaan yang belum puas akan keindahan batik dengan cepat menghantarkan saya ke Laweyan. Namanya saja sudah berarti benang atau kapas yang dipintal (lawe) sehingga daerah ini sejak dahulu menjadi pusat perdagangan. Jangan bayangkan nuansa pasar seperti Klewer, tetapi di Laweyan ini akan terhampar puluhan rumah penduduk di suatu gang yang juga berfungsi sebagai tempat menjajakan batik mereka. Asyik memanjakan mata dengan motif-motik batik, arsitektur Jawa Kuno dengan pengaruh Eropa dan Islam di setiap bangunan rumah menjadi bonus tambahan. Eksotik adalah kata yang pantas menggambarkan kampung ini.

Rasanya ada yang kurang saat mengunjungi Kota Batik tanpa belajar membatik. Saya pun mencoba kursus batik singkat dan masih di Kampung Batik Laweyan. Tidak hanya saya, banyak juga turis yang ikut belajar membatik di kampung tua ini. Warga Laweyan mengaku bahwa setiap keturunan mereka selalu dan akan diajarkan cara membatik agar seni batik di Solo selalu dapat berkembang pesat seperti saat ini.


Solo Batik Carnival
Solo dikenal sebagai kota yang tidak pernah tidur, selalu ada sesuatu yang menarik dapat ditemukan di Solo. Banyak kegiatan yang membawa nama Solo di mata dunia, seperti Solo Batik Carnival maupun Solo Batik Fashion. Pemerintah Kota Surakarta sangat peduli dengan kemajuan Batik dengan mengadakan acara Solo Batik Carnival pada setiap bulan Juni. Peserta harus membuat kostum karnaval dengan bahan utama dari batik. Sementara itu, Solo Batik Fashion adalah peragaan busana batik setiap bulan Juli yang juga diselenggarakan oleh pemerintah. Walaupun tidak datang pada waktu yang tepat, saat di kampung batik saya dapat melihat beberapa foto dokumentasi acara serta obrolan dukungan acara ini dari warga setempat.


T arian khas Solo juga sangatlah menarik. Yah, inilah yang saya temukan kala dalam perjalanan menemukan wanita-wanita sedang latihan menari. Sepertinya wanita-wanita ini sedang diajarkan Tarian Bedhaya Ketawang. Tarian ini adalah klasik dan kental dengan budaya Jawa yang sakral. Kesan mistik sungguh terasa kala terdengar suara sinden diiringi instrumen. Mengapa tidak, tarian ini ternyata menggambarkan hubungan Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul. Apabila pementasan, para bedhaya (penari) harus mengenakan kostum seperti pengantin Jawa. Selain itu, para penari juga harus mengikuti beberapa ritual sebelum pementasan. Wow!

Candi Sukuh
uh, perjalanan dilanjutkan dengan bis yang menghantarkan ke Candi Sukuh. Alasan mengunjungi candi ini adalah untuk melihat arsitekturnya yang mirip dengan piramida Suku Maya. Benar, dari luar terlihat seperti piramida terpotong layaknya trapesium. Keren! Selain itu, di dalam bangunan candi masa kerajaan Hindu ini memiliki sebuah relief manusia tanpa busana dan terdapat pula patung tanpa kepala. Sungguh eksotis nan erotis. Sayangnya tak banyak yang tahu akan candi ini, padahal cukup mengeluarkan Rp 2.500 saja sudah bisa masuk ke dalamnya.


Tawangmangu
v iva La Vida Solo. Seakan tiada akhir keindahan Kota Solo, wisata air pun menjadi pilihan terakhir. Udara dingin tak menjadi masalah saat mata telah terpesona pada air terjun yang berada di Tawangmangu. Terletak di kawasan hutan lindung menambahkan eksotika khas pengunungan nan berkabut. Kala lelah bermain air terjun dari tetesan seribu air terjun ini, menikmati sate kelinci para pedagang yang di sekitar air terjun adalah pilihan. Selain itu, untuk menikmati keindahan air terjun ini dapat juga dilakukan dengan hanya bermain flying fox, arum jeram atau hanya memandang alam yang juga dipenuhi oleh banyaknya kera yang berkeliaran kesana-kemari.


W ayang kulit pun menjadi pengantar untuk menyambut malam hari di Solo setelah seharian menikmati keistimewaan alam. Wayang kulit yang terdapat di daerah ini adalah Wayang Kulit Gagrak Surakarta. Walaupun tidak terlalu mengerti dengan bahasa yang digunakan, tetapi saya tetap dapat menikmati warisan budaya Solo ini.

X adalah angka romawi yang paling pas untuk seluruh kenikmatan yang tiada duanya setelah meminum Wedang Asle khas Solo. Dengan bermodalkan Rp 4.000 versi lesehan, Wedang Asle dapat ditemukan di daerah Manahan. Apa yang membedakannya dengan wedang-wedang lainnya? Jawabannya adalah racikan isinya. Selain menggunakan kuah santan, pada Wedang Asle ini juga ditambahkan gula pasir, agar-agar, dan roti tawar. Minuman khas Solo ini benar-benar bisa menghangatkan tubuh yang telah letih. *brb seruput wedang*
Wedang Asle & Gudeg Ceker

Yeay, it’s nom nom time (again). Setelah menikmati wedang, kini giliran Gudeg Ceker yang siap-siap menyeker-nyeker raungan perut lapar saya. Masih bergaya lesehan, saya menikmati kelezatan Gudeg Ceker buatan seorang ibu tua yang sudah bertahun-tahun menjual makanan khas ini. Porsinya yang tidak terlalu besar, sangat pas untuk suasana malam seperti ini (apalagi harganya juga murah). Gudeg Ceker ini sangatlah gurih ditambah dengan rasa asin. Beda dengan gudeg lainnya, cekernya (cakar ayam) sangatlah empuk dan dapat dilepaskan dengan sekali gigitan saja. Kenikmatan Gudeg Ceker ini sungguh dapat menutup dinginnya malam dengan kenangan Solo yang tak tergantikan. Sedikit informasi, biasanya masih banyak orang-orang yang mencari Gudeg Ceker ini hingga dini hari lho.


zzzzzz, rasanya mata sudah tidak dapat diajak untuk bekerja sama lagi. Rasa mengantuk kian tak terkalahkan saat hempusan angin malam Kota Surakarta semakin menerpa. Keseruan pengalaman mengelilingi keindahan Surakarta hari ini akhirnya berhenti dan kini membawaku ke alam mimpi. Saatnya kembali ke penginapan dan tidur.

             Itulah semua warna-warni tentang Solo. Sekarang sudah saatnya kita tidak menilai Solo hanya dari S - O - L - O saja, tetapi masih banyak lagi keunikan, kekhasan, keindahan dan keanekaragaman yang terpampang dari A hingga Z di kota yang dijuluki the spirit of Java  ini. Jadi, bukan saatnya lagi sekarang duduk diam dan hanya bilang cinta batik, tetapi belum sempat menjelajahi Solo. Let's visit Solo!

(end)

June 06, 2013

Music Review : Sara Bareilles – Brave

Brave! ! Seberani apakah Sara Bareilles?

BRAVE is out.

Baru mendengar sekali saja, saya langsung meraba bahwa single yang masuk dalam daftar single album terbaru Sara Bareilles ini dapat menjadi bukti adanya kematangan dan kedewasaan bermusik dari Sara. Dalam single ini Sara berani untuk sedikit berubah dari single-single di album terdahulu. Sedikit berubah karena  Sara tetap mengandalkan dentingan piano sebagai dasar melodi dalam single ini.

Jika anda mengharapkan intro dentingan piano yang kece seperti dalam lagu Love Song, maka Brave bukanlah jawaban.  Hanya ada selang 5 detik intro sebelum vokal khas menguasai ruang dengar anda. Selain dibantu oleh Sara Bareilles, lagu ini ditulis oleh salah satu personil FUN, yaitu  Jack Antonoff.

Tekanan beat dalam single ini benar-benar bisa membawa suasana tertentu bagi pendengar. Bosan? Tentu saja tidak. Permainan irama yang cukup easy listening menjadi daya tarik single ini. Beat yang lebih ke arah pop-rock ini cukup ampuh sebagai penyemangat bagi pendengar. Mungkin sedikit banyaknya, kesan rock ini muncul oleh sentuhan Jack Antonoff itu sendiri. Namun, satu yang harus digarisbawahi, dalam lagu ini ciri khas vokal Sara tidak hilang sama sekali.

Satu yang sedikit berubah dari lagu penyanyi  yang juga juri dalam ajang pencarian bakat The Sing-Off Season 3 ini adalah pemilihan tema. Hanya karena temponya sejenis dengan King Of Anything, jangan cari tema lagu seperi itu di single ini. Sungguh tidak biasa, Sara mengangkat tema self motivation bukan love story. Usut punya usut, ternyata Sara membuat lagu ini karena terinspirasi dari dari kisah teman dekatnya yang ingin berani untuk come out. Alhasil, paduan lirik lagu Brave ini cukup bermakna dalam walau dipadukan dengan irama musik yang cepat.

Ajakan agar semua orang berani untuk berpendapat, berani untuk berbicara dan berani untuk mengatakan sesuatu terus menerus diungkapkan dalam lagu ini.  “Say what you wanna say, and let the words fall out, Honestly I wanna see you be brave.” Bagi saya sendiri lirik  “I just wanna see you” yang diulang terus-menerus menjadi hook tersendiri dari lagu berdurasi 3:38 menit ini. Namun, tidak menutup kemungkinan , ini malah sedikit membosankan karena on and on.

Brave's Music Video :


Lanjut ke video lagu ini. Seluruh makna dari lirik lagu ini benar-benar dituangkan secara simple dalam music video ini. Sara tanpa ada rasa malu apa-apa menari-nari di jalanan dan dilihat oleh semua orang. Dibantu dengan model video lainnya yang juga ikut menari (dance) di depan umum, memberikan kesan lucu walaupun bila dilihat lagi tidak ada yang begitu spesial dalam music video ini.

cover album The Blessed Unrest


Anyway, secara keseluruhan, lagu berjudul Brave ini layak untuk diperdengarkan. Kualitas vokal Sara yang tidak bisa diragukan, alunan piano nuansa pop ke arah rock, serta isi lirik yang cukup memotivasi agar pendengar berani adalah alasan-alasan menagapa anda harus mendengarkan lagu ini. Sebagai teaser untuk album terbaru The Blessed Unrest yang akan dirilis 26 Juli 2013 nanti, single Brave ini sangat berhasil, bahkan debut di 61 Billboard Hot 100. Selain itu, pendengar juga semakin diajak untuk menerka-nerka bagaimana keberanian Nona Bareilles dalam mengonsep karya-karya di album terbarunya nanti.

Terima kasih Sara Bareilles. Honestly I have seen you, you were brave J

Lyric:
You can be amazing
You can turn a phrase into a weapon or a drug
You can be the outcast
Or be the backlash of somebody’s lack of love
Or you can start speaking up
Nothing’s gonna hurt you the way that words do
And they settle ‘neath your skin
Kept on the inside and no sunlight
Sometimes a shadow wins
But I wonder what would happen if you

Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

Everybody’s been there, everybody’s been stared down
By the enemy
Fallen for the fear and done some disappearing
Bow down to the mighty
Don’t run, stop holding your tongue
Maybe there’s a way out of the cage where you live
Maybe one of these days you can let the light in
Show me how big your brave is

Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

Innocence, your history of silence
Won’t do you any good
Did you think it would?
Let your words be anything but empty
Why don’t you tell them the truth?

Say what you wanna say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

With what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you
I just wanna see you
I wanna see you be brave

I just wanna see you
I just wanna see you


I just wanna see you

June 03, 2013

Who’s Your Best Real Madrid Player 2012/2013?

Just a few days, BBVA 2012/2013 was ended. Our favourite team, Real Madrid finished it all in the 2nd position.
Now, i want to appreciate all the players by opening a poll to choose "WHO'S YOUR BEST REAL MADRID PLAYER 2012-2013".

It's so easy. Your vote is started now. Just VOTE!!!


YOUR BEST REAL MADRID PLAYER 2012/2013
Mesut Özil0%
Cristiano Ronaldo0%
Raphael Varane0%
Sergio Ramos0%
Xabi Alonso0%
Sami Khedira0%
Luka Modric0%
Iker Casillas0%
Diego Lopez0%
Angel di Maria0%
Ricardo Kaka0%
Karim Benzema0%
Gonzalo Higuain0%
Pepe0%
Fabio Coentrao0%
Jose Callejon0%
Marcelo0%
Michael Essien0%
Alvaro Morata0%
Alvaro Arbeloa 0%
Ricardo Carvalho0%
Raul Albiol 0%
Antonio Adan0%



NB : This Poll will be closed in the end of July 2013. So keep voting!
#HALAMADRID

Hello, i'm college journalist from Indonesia.

June 02, 2013

Sosok Obama, Oase Amerika Serikat

Terlahir dalam kehidupan yang penuh dengan perbedaan telah memberikan suatu awal kesuksesan bagi Barack Obama. Barack Obama dilahirkan sebagai keturunan african-american. Ayahnya, Barack Hussein Obama, Sr. berasal dari Kenya dan Ibunya, Ann Dunham yang tinggal di Hawaii, Amerika.
Saat berumur 6 tahun, Obama pindah ke Indonesia karena Ann telah bercerai dengan ayah kandung Obama dan menikahi pria keturunan Indonesia, Lolo Soetoro. Hanya 4 tahun di Indonesia, Obama akhirnya kembali ke Hawaii, menetap bersama kakek-neneknya. Disanalah dia melanjutkan pendidikannya, tepatnya di Columbia University serta Universitas Harvard.

Saat memasuki dunia kuliah, Obama sembari memulai dunia politiknya dengan mengikuti suatu lembaga swadaya masyarakat disana. Dari pengalaman-pengalaman itulah, Obama mendapat kepercayaan dari Partai Demokrat untuk memulai karir politik sesungguhnya. Alhasil, Obama dapat menjabat sebagai Senat Illinois hingga menjadi Senat AS. Tak sampai disitu saja, Obama memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS hingga akhirnya terpilih bahkan sampai sekarang untuk yang kedua kalinya.
Dari perjalanan hidup Barack Obama ini, saya dapat mengambil beberapa karakter utama yang mendukung kesuksesan beliau yang manarik bagi saya.
  1. Barack Obama adalah tipe orang yang tidak pernah memperdulikan apa yang orang lain katakan selama yang dia perbuat adalah benar. Beliau akan selalu memandang ke depan sesuai visi/misinya.
Dari biografi yang saya baca (Barack Hussein Obama: Kandidat Presiden Amerika Yang Punya “Muslim Connection”), jelas sekali pengalaman politik beliau selalu jadi pro-kontra. Alasannya adalah karena Obama adalah keturunan Kenya (kulit hitam) dimana minoritas dianggap tidak pantas memimpin. Banyak lagi saingannya berusaha menjatuhkan dengan kontroversi nama dan agama. Obama memiliki nama Barack Hussein Obama yang sangat identik dengan agama Islam, tetapi Obama menghilangkan nama Hussein tersebut tanpa sebab yang jelas, inilah yang banyak dipermasalahkan orang lain.
Tak sampai disitu, ada lagi isu agama Obama yang tidak jelas, karena beliau baru dibaptis kristiani saat memasuki suatu lembaga swadaya berbasis Kristen. Pihak oposisi menjatuhkan Obama dengan menuduh bahwa dia memeluk Kristen, ada lagi yang menyatakan beliau murtad dari Islam, agama yang dianut ayah kandung dan tirinya, hanya demi merebut karier politik di Amerika.  Tujuannya adalah untuk mengurangi suara yang diterima oleh Obama.
Namun, apa tanggapan Obama? Tidak ada. Lepas dari semua olok-olok tersebut, Obama tidak memperdulikan masalah nama, ras dan agama yang mengucilkannya. Dia tetap berani maju dan lebih menunjukkan kelebihan-kelebihannya dibandingkan mengklarifikasi isu-isu ras dan agama yang menyerang dia.

2. Kemandirian.
Di umur 10 tahunnya, Obama sudah tidak lagi di Indonesia. Karena adanya perceraian ibunya dengan ayah tirinya, Loro Soetoro, Ibunya mengirim Obama kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama kakek-neneknya. Hanya tinggal di rumah kayu sederhana tanpa orang tua kandung, Obama benar-benar mandiri. Dia tidak pernah mengeluh dan selalu fokus ke pendidikan.
Saat umur 18 tahun, Obama sudah menyadari adanya konflik rasisme di tengah-tengah orang-orang berkulit putih di negara Amerika Serikat. Namun, Obama dapat membalikkan itu semua, Obama memanglah anak yang pintar, berprestasi baik dalam pendidikan dan non-pendidikan hingga mendapat beasiswa. Berkat ini semua, Obama dapat berkuliah di Universitas Columbia dan menepis seluruh isu rasisme terhadap dirinya sendiri.
3. Idealisme dan ketekunan terhadap cita-cita.
Obama benar-benar sangat peka terhadap cita-citanya. Mulai dari awal, dia sudah membentuk tangga-tangga kecil untuk menggapai cita-citanya. Dalam buku biografi tulisan Anwar Holid, Maya (adik tiri Obama) & Ibunya pernah mendengar bahwa Obama kecil pernah mengatakan bahwa ia ingin menjadi presiden kulit hitam pertama di AS.
Terbukti, lepas dari ilmu politik Colombia University, dia tidak melamar pekerjaan, melainkan mulai membangun fondasi idealisme politiknya dengan melamar ke banyak lembaga swadaya masyarakat dan berujung ke Calumet Comunnity Religious Conference di bawah naungan United Church of Christ (UCC). Tugas dia saat itu adalah menanangani proyek penduduk miskin. Tidak hanya itu, Obama juga berhasil membangkitkan nama UCC di tengah masyarakat hingga akhirnya Obama diapresiasikan dengan beasiswa ilmu hukum di Harvard University.
Fondasi politik Obama kembali dibangun dengan menjadi pengacara sipil hingga dosen di bidang hukum konstitusi. Dari titik inilah, Partai Demokrat mulai menilik keberhasilan Obama ini. Idealisme dan ketekunan Obama ini akhirnya berbuah hasil saat dia berhasil menjadi Senat Illinois 1997 – 2004 hingga akhirnya di tahun 2005 Obama naik level menjadi senator Amerika Serikat. Kepopuleran politik Obama semakin berkembang. Inilah yang akhirnya menghantarkannya memasuki dunia politik sebagai seorang presiden di tahun 2008.
4. Audacity of Hope (Keberanian untuk Berharap)
Obama benar-benar mengandalkan dan mengajarkan semua orang untuk berani berharap. Melalui bukunya, Obama menyampaikan memang lebih mudah untuk sinis, menyerah karena begitu banyak kesengsaraan & kesedihan di dalam diri sendiri, terjadi perang, kelaparan di tengah dunia, tetapi sikap yang benar adalah berharap karena menuntut keberanian mengambil resiko dan ketegaran. Ia mengajak setiap orang untuk berani maju menghadapi persoalannya, menghadapi cita-citanya dengan mulai berani untuk berharap. Dengan keberanian berharaplah, Obama melupakan kekalahannya pada senat  tahun 2000 dan berani mencalonkan diri sebagai Presiden.
“saya tahu kemana harapan membimbing kita. Saya tahu apa yang terjadi di Amerika. Tatkala harapan bukan hanya sebagai retorika kampanye, itu sebagai perkara hidup saya, perkara yang akan saya kerjakan, kerjakan dan perjuangkan sebagai presiden anda.”


5. Ada beberapa karakter Obama lainnya yang menjadikan dirinya sosok pemimpin yang tepat, seperti kharismatikkesederhanaancerdasrendah hatikedermawanantoleran dan kredibilitas. Hal ini terlihat saat menjadi senat, bagaimana Obama dapat mengayomi setiap etnis serta selalu toleran terhadap perbedaaan yang ada. Lainnya,  Obama juga selalu sederhana dan rendah hati walaupun sudah menjadi Senator Amerika Serikat.
Lalu, Tanggal 4 November 2008, Barack Obama mengalahkan John McCain dan menjadi orang Afrika Amerika pertama yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Di Pemilu Presiden AS berikutnya di November tahun 2012 ini, untuk kedua kalinya, Barack Obama kembali berhasil menjadi petahana yang memenangkan pemilu mengalahkan Mitt Romney.
Berikut ini, saya menangkap beberapa karakter kesuksesan Obama setelah terpilihnya menjadi Presiden:
  • Konsisten
Selama hampir beberapa tahun menjabat, saya melihat bahwa Obama bukanlah orang yang sifatnya berubah kala sudah memimpin. Sifat terbuka, sederhana, toleransi dari Obama bukanlah hanya pencitraan pemilu saja. Semangat kesederhanaan, keterbukaan dan komitmen tehadap rakyar bawah dan mau turun langung ke lapangan adalah faktor nyata kepercayaan publik pada Obama.
  • Ketegasan dan Keberanian
Di balik sifatnya tersebut, saya melihat Obama sangat tegas dalam menentukan bahwa keputusan-keputusan yang ada. Salah satu yang paling mencolok adalah ketegasan Obama untuk tetap mendukung Israel sebagai sekutunya dalam konflik Israel-Palestina. Obama tetap mengikuti keputusan presiden sebelumnya dengan tidak gentar mendapat banyak intervensi dari negara-negara lain dan Obama mengaku siap menerima itu. Ada lagi, ketegasan Obama tanpa takut ada tekanan dari pihak oposisi, Obama melegalkan aborsi secara nasional dengan alasan itulah hak wanita. Tidak hanya itu, Obama dengan terang-terangan mengkritik Hillary Clinton yang mendukung kebijakan Presiden George W. Bush terhadap perang Irak.




  • Menepati Janji
Secara rata-rata, janji kampanye Obama dapat ia wujud nyatakan seperti kebijakan luar negeri dan isu sosial. The Wind of Change yang diusung oleh Obama untuk mengkritis kepemimpinan Presiden George W. Bush adalah perang melawan Irak. Obama melihat bahwa perang Irak akan hanya mendatangkan kesengsaraan bagi kedua belah pihak apapun alasannya.Dalam kepemimpinannya, Obama berhasil menarik pasukan tentara AS dari Irak demi menyelesaikan perang Irak yang berkepanjangan. Isu sosial dan rasisme sedikit demi sedikit diselesaikan Obama.
Dia dengan berani menentang diskriminasi sosial seperti merangkul kaum minoritas kulit hitam, kaum muslim ataupun kaum yahudi di Amerika. Bahkan banyak orang-orang berpendapat bahwa dengan hadirnya Obama, negara Amerika telah berubah menjadi negara yang punya hati nurani.
Secara keseluruhan, itulah karakter sukses yang dapat saya lihat dan pelajari dari seorang Barack Hussein Obama. Sebagai calon presiden Amerika Serikat, kehadiran Barack Obama seperti sebuah oase dalam kegersangan rakyat Amerika Serikat dengan visi perubahan dengan torobosan pembaruan. Walaupun saya tidak bercita-cita menjadi presiden, namun dari Obama saya belajar, dengan apa adanya kita mari berani untuk berharap dengan melepas segala keminoritasan kita diantara kaum minoritas laiinnya. Hal inilah yang semakin menguatkan saya untuk menggapai impian saya.
Catatan : Tulisan ini juga pernah saya jadikan tugas tentang tokoh pemimpin untuk mata kuliah “Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian”.

June 01, 2013

WALAU SAMPAH ORGANIK, JANGAN BUANG KE LAUT!

Tidak ada yang asing dengan indahnya laut dan pantai, tak ada yang aneh dengan derasnya ombak lautan, tak ada yang tidak mengakui keberagaman biota-biota laut, tak ada yang terpukau dengan hamparan luasnya laut, tapi ada yang salah, ya hanya ada satu yang salah, salah dengan cara orang-orang yang berani mengubah birunya laut menjadi tempat pembuangan sampah.

Tahun lalu, saya mengadakan perjalanan ke daerah Anyer. Sudah tentu objek wisata yang saya kunjungi adalah pantai. Walaupun berbeda dengan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi sebelumnya, beberapa hari disana saya nikmati dengan berada di sekitaran Pantai Pasir Carita.

Pikiran saya tersentak, saat di pagi hari, seorang ibu membersihkan halaman depan villa dan membuang seluruh sampah-sampah dedaunan yang ada langsung ke pinggiran pantai. Gejolak terjadi saat saya ingin menasehati ibunya tetapi teman-teman saya menyatakan demikian “gapapa kalau sampah daun organik kan bagus buat ekosistem lautnya”. Namun, saya tidak begitu puas dengan jawaban itu. Inilah alasan saya menulis artikel ini.

sampah-sampah dedaunan

Sampah sebenarnya bisa menjadi teman bagi laut, terutama sampah-sampah organik (Organic Waste). Dedaunan yang dibuang di laut dapat menjadi pengurai dalam ekosistem laut. Bila dalam ukuran / volume kecil, sampah-sampah organik yang dibuang ke laut dapat terurai dan tidak menyebakan dampak negatif.

  • Organic Waste tersebut akan membutuhkan mikro-organisme yang ada di dasar laut untuk menguraikannya. Tahukah anda? Untuk melakukan proses penguraian tersebut dibutuhkan O2 (Oksigen). Bayangkan bila semakin banyak sampah organik yang dibuang, maka semakin banyak pula O2 yang dibutuhkan. Akibatnya, terjadilah penurunan kadar O2 lokal. Bila oksigen berkurang, yang dirugikan adalah biota-biota laut itu sendiri.

  • Tak hanya itu, Organic Waste dalam jumlah yang besar juga dapat mempengaruhi keadaan lingkungan laut. Keseimbangan ekologis laut akan mulai terganggu karena banyaknya zat-zat seperti Nitrogen & Fosfor yang terkandung dalam Organic Waste dalam volume besar.


  • Dalam bentuk senyawa organik, fosfor dapat berupa gula fosfat dan hasil oksidasinya, nukloeprotein dan fosfo protein. Oleh fitoplankon, senyawa fosfat yang berasal dari sampah organik itu akan diabsorpsi untuk masuk dalam rantai makanan. Perhatian, jika semakin banyak sampah organik, maka kadar fosfat dalam air laut meningkat dan terjadi ledakan populasi fitoplankton. Akibatnya, populasi fitoplankton yang besar dapat menyebabkan kematian ikan secara massal. Hal yang sama pun terjadi akibat unsur nitrogen yang melebihi batas kewajaran.

  • Singkatnya adalah dari unsur-unsur dalam Organic Waste tersebut, bila dalam volume besar dapat memicu tumbuhnya tumbuhan alga beracun yang nantinya dapat mengubah keseimbangan fauna di laut.


Kalau biota-biota laut sudah rusak, masih benarkah membuang sampah walaupun itu sampah organik ke dalam laut?

Sudah saatnya kita memikirkan kelestarian laut di masa depan. Satu sampah, sampah apapun itu, akan mempengaruhi keindahan laut itu sendiri. Sehingga mulai saat ini, mari mengubah pola pikir demi menjaga si biru. #SaveOurBlue


NB: Beberapa penjelasan di dalam artikel ini saya dapatkan melalui pembicaraan melalui twitter terhadap our Earth Mother, Nay Nadine (@NayNadine)